Rabu, 14 April 2010

Laporan bengkel




PEMBUATAN KLEM DAN MENGETAHUI CARA KERJA MESIN FRAIS

I. PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Untuk memasang mesin, berbagai bagian harus disambung atau diikat untuk menghindari gerakan terhadap sesamanya. Baut, pena, pasak, dan paku keling banyak dipakai untuk maksud ini. Ada pula cara penyambungan dengan pengelasan, pasang kerut atau pres dan peralihan, dll. Pada praktikum ini praktikan hanya disuruh mengetahui sistem kerja alat – alat penunjang dalam pembuatan klem terutama memahami cara dan kegunaan mesin frais dalam pembuatan komponen. Dengan mengunakan mesin frais berfungsi untuk mengikis permukaan agar diperoleh permukaan benda kerja menjadi rata dengan menggunkan pisau frais. Dengan menggunakan mesin frais kita dapat membuat komponen dari sebuah mesin yang dasar pembuatannya menggunakan mesin frais.  
1.2  Dasar Teori
Dalam pembuatan klem ini,membutuhkan beberapa tahap pengerjaan yaitu:
             1.Mengfrais 
               Dengan mengunakan perkakas yaitu mesin frais.Mesin frais merupakan perkakas yang berfungsi untuk mengikis permukaan agar diperoleh permukaan benda kerja menjadi rata dengan menggunkan pisau frais.Berdasarkan cara kerjanya,mesin frais termasuk kedalam perkakas yang mempunyai gerak utama berputar. Gerakan alat pemotongnya bekerja dengan berputar dan dipasang pada arbor mesin,yang didukung dengan alat pendukung arbor yang berputar oleh sumbu utama.
             Spindel adalah alat yang berfungsi untuk memutar arbor atau pisau frais yang dapat berputar kearah kiri atau kanan sesuai dengan keperluannya,seperti kecepatan putarannya yang ditentukan oleh bentuk kerjanya,jenis benda kerja,diameter,dan kekerasan bahan benda kerja.
              Untuk melakukan penyayatan,benda kerja dipasang pada meja kerja,dan selanjutnya meja kerja diatur dengan menggeser ke atas hingga permukaan benda kerja akan terkikis oleh pisau yang sedang berputar.Pengikisan selanjutnya diatur dengan menggerakkan meja kerja sesuai dengan kebutuhan dalam penyayatan. Pada dasarnya gerakan meja kerja dari mesin frais dapat dilakukan dalam dua arah,yaitu gerakan mendatar(membujur dan melintang) dan gerakan tegak lurus (naik dan turun) yang dapat dilakukan secara manual maupun otomatis.
             Hasil pekerjaan frais ditentukan oleh bentuk pisau frais yang digunakan,karena bentuk utama pisau frais tidak akan berubah walaupun diasah,berbeda dengan pisau pahat pada mesin bubut yang dipilih dan disesuaikan menurut kebutuhannya.Disamping memiliki bentuk yang tetap,disekeliling pisau frais mempunyai gerigi yang berfungsi sebagai alat pemotongnya.
             Sesuai dengan keperluannya,mesin frias dapat dikelompokkan ke dalam dua golongan besar,:
  1. Mesin frais baku
  2. Mesin frais khusus
    Mesin frais khusus dibuat berdasarkan pesanan tertentu dari perusahaan-perusahaan yang akan memproduksi bentuk-bentuk pekerjaan khusus sehingga kesukaran-kesukaran yang ditimbulkan oleh bentuk pekerjaan yang tidak dapat dikerjakan pada mesin frais lainnya dapat dikerjakan oleh mesin frais khusus.
   Mesin frais baku dibedakan menjadi dua jenis:
  1. Mesin frais meja
  2. Mesin frais lutut dan tiang
   Mesin frais meja termasuk kedalam mesin frais produksi,yang fungsinya dapat mengerjakan bentuk-bentuk pekerjaan frais dengan hasil yang sama dan jumlah yang banyak dalam waktu yang singkat.Sedangkan mesin frais lutut dan tiang banyak digunakan dibengkel-bengkel perusahaan dan bengkel pendidikan sebagai saran praktek.
   Bagian utama dari mesin frais ini adalah tiang,sadel,dan meja.Pada bagian tiang dipasang lutut yang dapat bergerak naik dan turun. Sedangkan sadel dapat bergerak melintang kearah tiang dan mundur di atas lutut. Diatas sadel terdapat meja,dan meja ini dapat bergerak membujur secara manual maupun secara otomatis.
   Jenis-jenis mesin frais lutut dan tiang,berdasarkan gerakan mejanya dan letak spindel sumbu utamanya dapat dibedakan menjadi:
  1. Mesin frais datar
  2. Mesin frais universal
  3. Mesin frais tegak
   Mesin frais datar,dimana mejanya hanya dapat digerakkan pada tiga arah,yaitu kearah membujur,melintang dan tegak.
   Mesin frais universal,dimana mejanya mirip dengan meja pada mesin frais datar,akan tetapi hanya dapat diputar kearah mendatar dan membentuk sudut + 45 derajat terhadap tiang mesin.
   Mesin frais tegak,dimana letak sumbu utama spindelnya mempunyai posisi tegak lurus terhadap meja mesin frais.Dengan perlengkapan kepala tegak yang dapat diputar-putar,maka kedudukan dari spindel sumbu utama dapat dibuat menyudut terhadap meja mesin.Untuk melakukan pekerjaan mengfrais  bagian sisi atau jari dari benda kerja,maka sangat tepat jika digunakan mesin frais tegak.

Prosedur dan cara kerja mesin frais
  Dalam mengoperasikan mesin friais,setiap pratikan diharapkan untuk memperhatikan secara baik dan teliti tentang karakteristik dari mesin frais yang digunakan.Dengan demikian akan diperoleh hasil yang lebih optimal dan lebih baik,sehingga akan dicapai peningkatan produksi yang dihasilkan.
   Langkah kerja dalam pengoperasian mesin frais dapat dirinci sebagai berikut:
  1. Menyambungkan dan menyalakan sumber energi mesin frais terhadap jala-jala listrik.
  2. Mengamati lengan mesin frais sudah berada pada posisi yang tepat,yakni telah 
menopang arbot.
  1. Menempatkan benda kerja pada meja kerja mesin frais.Pilih dan tentukan bentuk pisau frais yang sesuai dengan bentuk,sifat,dan karakter benda kerjanya.
  2. Mengamati dan memperhatikan gerak tuas.
  3. Mengatur engkol untuk menggerakkan meja kerja mesin frais dalam arah memanjang.
  4. Mengatur engkol untuk menggerakkan sadel mesin frais dalam arah melintang.
  5. Mengatur engkol untuk menggerakkan lutut mesin frais dalam arah tegak.
  6. Mengatur luas kecepatan motor listrik dari mesin frais sesuai dengan kebutuhan.
  7. Mengatur tuas untuk menentukan kecepatan putaran spindel dan pisau frais.
  8. Mengatur ketinggian meja kerja dengan menggunakan tabung pendukung melalui
batang ulir
  1. Mengatur tuas pemutar spindel untuk memutar arbit dan pisau frais.

 
               Gambar mesin frais
 2.Mengebor
                Suatu pekerjaan mekanis dengan mengunaka mesin bor,yaitu suatu alat pembuat lubang atau alur yang efisien,sebagai mata pisau penyayatnya pada mesin bor ini dinamakan mata bor yang mempunyai ukurannya diameter bermacam-macam.
                Mengebor adalah pekerjaan membuat lubang pada benda kerja dengan menggunakan mesin bor dengan mata bor sebagai pisau penyayatnya,juga disamping mengebor pada mesin bor biasa dipakai juga untuk meluaskan lubang suatu benda kerja,atau memperhalus suatu lubang.Peluas yang dipakai biasanya disebut”reamer”.Didalam pengeboran atau perluasan dengan mesin bor harus diperhatikan:
  1. Kelengkapan-kelengkapan mesin bor
  2. Pelumasan
  3. Jenis bahan yang akan dibor
  4. Ukuran garis tengah bor
  5. Arah putaran dan kecepatan putaran mesin bor
  6. Pencegahan kecelakaan
            Mesin bor termasuk perkakas dengan gerak utama berputar,fungsi pokok mesin ini adalah membentuk lubang pada benda kerja dengan mempergunakan bor sebagai alatnya.


Bagian-bagian Mesin Bor
  1. Pemegang bor
Pada waktu memegang bor dengan pemegang bor,apapun alasannya bor harus berputar dengan benar,bor yang berputar salah akan mudah patah,bor dengan tangkai tirus (taper) langsung dimasukkan pada lubang sumbu dimesin bor tidak boleh dengan menggunakan pemegang bor.Dengan demikian lubang alur menerima ujung taper dan lubang taper diimbangi oleh selubung yang dinormalisasikan.
  1. Pengukur Bor
Diameter bor diukur dengan micrometer atau mal bor,sudut bor diperiksa dengan mal sudut yang terdapat dalam berbagai bentuk.
  1. Penjepit Benda Kerja
Mengebor benda kerja sebaiknya dijepit pada meja bor,benda-benda kecil diikat dengan penjepit bor atau ragum bor yang bila perlu diikat lagi pada meja bor,untuk itu kita menggunakan baut T yang masuk pas dalam alur-alur meja bor.Supaya tidak merusak ragum bor pada waktu mengebor lubang tembus maka benda kerja dijepit pada ragum itu dengan diberi balok-balok pengisi.Alat-alat penjepit benda kerja yang umum dipakai selain ragum adalah: balok V,penjepit baut T,blok tangga,klem sejajar,plat siku,klem C,dongkrak Jack.
Mekanisme Mesin Bor
     Gerakan naik turun oleh selubung mata bor dilakukan dengan pertolongan roda gigi dan batang bergigi,pemakanan bor dapat dilakukan dengan tangan atau gerakan otomatis.Poros yang menjepit mata bor dalam perputarannya akan membawa mata bor ikut berputar di mana poros sewaktu diam atau dalam keadaan berputar dapat digerakkan keatas atau kebawah dalam sarungnya.Gerakan tegak lurus dari poros (selubung) adalah dilakukan langsung oleh suatu roda gigi yang berhubungan dengan batang bergigi yang terikat pada sarung daripada poros sehingga hubungan roda-roda gigi menyebabkan mata bor menyayat atau diangkat kembali mata bor dari benda kerja.
             3.Mengetap
    Alat pengetap berfungsi untuk membuat alur pada benda hasil pengeboran atau membuat ulir sekrup dalam. Untuk membuat ulir sekrup dalam,dengan tangan dipakai tap ulir sekrup.Pekerjaan ini disebut pengetapan ulir sekrup,karena adanya alur-alur serupih,tap menjadi lemah maka pemotongan ulir sekrup tidak dapat dikerjakan dalam satu kali.
                 Tangkai tap berbentuk bujur sangkar,sehingga tap-tap dapat diputar dengan besi punter,supaya sisi dari ulir sekrup pada baja dapat dipotong licin.Selama pengetapan harus dipakai minyak potong.
Bentuk ulir dapat terjadi bila sebuah lembaran berbentuk segi tiga digulung pada sebuah silinder. Dalam pemakaian, ulir selalu bekerja dalam pasangan antara ulir luar dan ulir dalam. Ulir pengikat pada umumnya mempunyai profil penampang berbentuk segi tiga sama kaki. Jarak antara satu puncak dengan puncak berikutnya dari profil ulir disebut jari bagi.
 4.Mengikir
   Digunakan kikir (file) yang gunanya untuk meratakan dan menghaluskan permukaan benda kerja serta menghilangkan sejumlah kecil material pada saat finishing.Ketajaman kikir dapat dilihat dari bagian menyilang,ketajaman yang tersedia,dan biasanya kikir yang digunakan oleh teknisi adalah berbentuk pipih,setengah lingkaran,bulat,segitiga,bujur sangkar,tiang,mill dan Swiss pattern.
Fungsi kikir diantaranya:
     a.Menghilangkan bekas tanda pola dan bekas jepitan ragum pada benda kerja
     b.Membuat benda kerja sesuai dengan pola yang dirancang
     c.Menghaluskan dan meratakan permukaan benda kerja.
  
            Kikir dibedakan berdasarkan bentuk,panjang dan kasar halusnya mata kikir.Adapun bagian-bagiannya adalah:
  1. Ujung gagang kikir(Tang)
  2. Bagian pangkal yang tidak bergerigi (Heel)
  3. Panjang kikir (Length)
  4. Bagian permukaan yang kasar,penuh dengan gigi(Face)
  5. Bagian sudut kiki (Edge)
  6. Bagian ujung yang lain (Point)


             Bentuk gigi pada ulir terbagi atas 2 yaitu:
A.Single-cut files
   -        Kikir dengan baris tunggal gigi yang tersusun sejajar pada bagian permukaan  
            kikir,dengan membentuk sudut 65-850.
-            Untuk membentuk permukaan yang halus dan keras (baja)
 B.Double-cut files
   - Kikir memiliki dua baris gigi yang saling berpotongan dan membentuk ratusan gigi 
      pengikis yang tajam,yang dapat mengikis dengan cepat,dan juga mudah dalam pem
      berihan serbuk yang menempel.
  Single dan double-cut files dibuat oleh pabrik dalam berbagai derajat kekerasan.
                         
1.3 Tujuan      
Tujuan dari pelaksanaan praktikum ini adalah :
a.       Mengetahui cara pembuatan klem.
b.      Mengetahui kegunaan klem.
c.       Mengetahui cara kerja dan kegunaan alat produksi yang dipakai dalam proses pembuatan klem.
d.      Memahami cara dan kegunaan mesin frais untuk membuat komponen mesin yang cara pembuatannya dengan mengunakan mesin frais.
e.       Mengetahui peletakan benda kerja dengan baik pada ragum mesin frais.     
f.        Memahami sistem kerja alat – alat penunjang dalam pembuatan klem.
g.       Mampu mengidentifikasi dan mengetahui bagian-bagian utama dari mesin frais dan juga persyaratan yang diperlukan dalam penggunaannya.
1.4 Kegunaan
             Setelah mengetahui cara pembuatan klem dan cara kerja mesin frais kita dapat mengetahui dasar – dasar pembuatan komponen mesin serta bisa membuatnya sendiri. Dari praktikum yang dilakukan kita bisa mengetahui fungsi dari klem itu sendiri yaitu untuk menyambung antar plat.


II. METODE
1 Waktu dan Tempat
Hari       :    kamis, 12 Mei 2006
Tempat  :   Bengkel FTIP, Universitas Padjadjaran.
2 Alat dan Bahan
·        Tab
·        1 buah penggaris
·        1 buah jangka sorong
·        Kikir
·        Ragum
·        Mesin Frais
·        Mesin Bor
3 Prosedur
         Benda di amati, hal ini dimaksudkan agar pengerjaan benda kerja tampak mudah dilakukan serta mengetahui bagian mana saja dari bagian benda kerja yang akan dikiks dengan mesin frais
         Lukis permukaan benda kerja pada permukaan yang halus, dengan kriteria ketinggian, lebar dan tebal yang telah diberikan oleh instruktur(h = 20 mm, l = 40 mm, t = 8 mm). Pada pelukisan ini, tebal benda di usahakan setebal mungkin, karena akan dibor salah satu sisinya.
         Setelah dilukis permukaannya, masukan benda kerja pada ragum dengan posisi bagian rata pada bagian bawah, hal ini dimaksudkan agar permukaan yang akan difrais diharapkan akan simetri dengan permukaan yang dibawah. Frais permukaan bagian atas hingga pada batas ketebalan yang telah dilukis.
         Jika selesai, rubahlah posisi benda kerja dengan permukaan yang cekung bagian di atas. Jika sudah, frais benda kerja sampai batas lebar yang telah dilukis.
         Setelah difrais, kedua ujung benda kerja dipotong dengan gergaji besi, dengan batas pemotongan pada lukisan yang telah dibuat (lebar kedua ujung = 40 mm).
         Jika sudah, benda kerja difrais kembali, tetapi dengan posisi batang frais sejajar dengan permukaan yang telah dipotong dengan gergaji besi. Dengan posisi tersebut permukaan akan mudah dikikis dengan cepat dan aman. Frais benda kerja sampai batas lukisan yang dibuat.
         Lakukan pemeriksaan ukuran kembali pada benda kerja yang sudah difrais, apakah sudah memenuhi kriteria ukuran yang di inginkan atau tidak.
         Setelah benda kerja sudah memenuhi ukuran yang telah dipenuhi, maka lukis lagi pada permukaan benda kerja untuk membuat lengkungan lingkaran dengan jumlah dua buah pada setiap sisi benda kerja dengan t1 = 7,5 mm, t2 = 5 mm, serta pada lingkaran yang dibuat yaitu R = 5 mm.
         Setelah benda kerja di lukis, atur posisi benda pada ragum dan bor dengan mata bor berdiameter 10 mm pada lukisan lingkaran yang telah jadi.
         Jika sudah dibor, masukan benda kerja kedalam ragum kembali dan frais pada tengah – tengah antara dua lubang yang telah dibuat.
         Jika plat benda kerja sudah difrais lukis kembali salah satu ujung plat. Lukisan ini akan dibor kembali denga mata bor ukuran 6,6 mm.
         Setelah dibor, benda kerja/plat di sney dengan ukuran diameter 7 mm. Lakukan dengan hati – hati.
         Benda kerja yang sudah di sney, dikikir pada ujung yang tidak dibor/sney.
         Setelah semua prosedur dilakukan, lakuakn pengamplasan pada tahap akhir, ini dimaksudkan agar benda kerja yang dihasilkan akan nampak lebih rapi.
         Terakhir masukan baut pada lubang yang telah di sney.

II.                HASIL DAN PEMBAHASAN
a. Hasil
Dari praktikum yang telah dilakukan didapatkan hasil berupa benda kerja atau plat dengan hasil lubang ulir tidak tepat ditengah dan lubang atau lengkungan lingkaran agak miring beberapa mili karena pada saat pembuatan klem kurang teliti terutama pada saat melukis permukaan yang akan difrais maupun yang akan dibor. Panjang benda kerja yang dihasilkan pun memiliki panjang yang kurang dari 4 cm, hal ini merupakan akibat dari kurang ketelitian pada saat melakukan pengefraisan. 
Dari hasil benda kerja yang didapat setelah melakukan praktikum diketahui bahwa benda yang didapatkan kurang akurat serta tidak sesuai dengan ukuran yang diminta, akan tetapi benda kerja yang dihasilkan mendekati ukuran yang di inginkan. Permukaan plat setelah di frais menjadi agak kasar, ini karenakan mata frais yang digunakan potong pada salah satu sisinya.
b. Pembahasan
Dari hasil benda kerja yang didapat setelah melakukan praktikum diketahui bahwa benda yang didapatkan kurang akurat serta tidak sesuai dengan ukuran yang diminta, ini bisa dihindari pada saat melakukan pelukisan pada permukaan yang datar dan melakukan pengecekan ulang pada hasil lukisan yang telah di ukur, serta hasil permukaan kasar bisa dihindari dengan mengganti mata frais yang utuh dan tidak cacat pada ujungnya. Dengan cara pengecekan berulang – ulang selama proses pelukisan maupun pada saat pengerjaan pengefraisan maupun pengeboran akan dihasilkan benda kerja atau klem yang sesuai dengan ukuran yang diminta.
IV. KESIMPULAN  
  1. Pada pratikum ini kita dapat mengetahui cara dan proses pembuatan klem dengan menggunakan mesin frais.
  2. Untuk mengetahui apakah benda kerja yang kita buat berukuran tepat atau tidak (sesuai dengan instruksi yang diberikan), kita bisa mengeceknya dengan menggunakan jangka sorong dan melakukan pengecekan berulang – ulang baik pada saat proses pembuatan maupun pada saat pelukisan pada benda kerja.
  3. Dalam pengefraisan terhadap benda kerja, harus dilakukan dengan hati - hati dan selalu melakukan pengecekan ukuran yang berulang-ulang agar mendapatkan ukuran yang sesuai.
  4. Dalam pengefraisan yang harus diperhatikan yaitu pada saat akan memasukkan benda kerja (klem), harus menggunakan permukaan yang datar, ini dimaksudkan agar hasil permukaan atas yang dihasilkan rata dan simetris dengan bagian bawahnya. Dari posisi memasukkan kedua benda tersebut akan terlihat hasil akhir apakah baik atau cacat.
  5. Peletakan benda kerja pada ragum harus benar pada saat pengeboran dilakukan agar hasil pengeboran tidak miring beberapa derajat dan hasil pengefraisan lanjutan tidak jelek hasilnya.
  6. Proses pembuatan klem sebenarnya mudah untuk dibuat tetapi disini membutuhkan konsentrasi yang tinggi untuk menghasilkan klem yang sesuai dengan instruksi. Untuk itu, waktu yang dibutuhkan akan semakin efektif jika kita menguasai mesin frais dan alat – alat yang kita pakai.
  7. Mesin frais yang digunakan baik, tetapi mata frais yang dipergunakan pada praktikum pertama cacat pada ujung mata fraisnya. Pada praktikum kedua mata frais diganti dengan lebih baik dan hasil benda kerja (klem) yang didapatkan lebih baik pada permukaan yang difrais. 









       
DAFTAR PUSTAKA
Daryanto,Drs.1993.Dasar-dasar Teknik Mesin.Penerbit Rineka Cipta:Jakarta
__________. 1992. Mesin Perkakas Bengkel.Penerbit Rineka Cipta :Jakarta
Kraftel,Edward and George Drake.1974.Modern Shop Procedure.Reston 
            Publishing Company:Virginia
Sudaryanto,Ir.,M.P.Modul Perbengkelan Pertanian.Fakultas Teknologi Industri 
            Pertanian UNPAD:Jatinangor


1 komentar:

Anonim mengatakan...

iyeu blog ade??